Tuesday, January 29, 2008

Belum nyampe....

Di Rusia model baju polisi wanita dirancang sangat menarik oleh perancang busana profesional...coba kalo di Indonesia juga seperti itu..jadi mereka akan lebih kelihatan seger deh...malah mungkin bisa meningkatkan semangat kerja..

Monday, January 7, 2008

Tak terasa dua tahun sudah kita lewati masa-masa perjuangan ini say..kalo GIGI 11 Januari...kita 8 januari, beda 2 hari yah...btw tadi di Mobil waktu ke klien denger lagunya The Rock "Kamu-kamulah Surgaku"mengiris hati banget tuh...secara apa yang di lagu itu emang sama apa yang di rasa papa waktu itu ke Tata bahkan ampe sekarang...pokoknya papa bgt lah...

Ni lho Say lagunya.....

Kamu-kamulah Surgaku By The Rock

tahukah kamu kuciumimu
di saat terlelap
tahukah kamu kudekap kamu
saat kamu bermimpi
tahukah kamu ya cuma kamu
pemilik hatiku
tahukah kamu hatiku ini
adalah hatimu
tahukah kamu di setiap tidurmu ku kagumi wajahmu
nanti kau kan tahu
nanti kau dengar bahwa aku begitu

reff:
kamu, kamu adalah
surga yang ada
dalam hidupku dalam kenyataanku
kamu aku adalah penghuni surga
ucapkan salam pada hidup dan mati

tahukah kamu saat kamu menangis
adalah air mata ku yang jatuh berlinang
tahukah kamu saat kamu tersakiti
adalah aku yang pertama terluka
tahukah kamu ya cuma aku
yang punya cinta untukmu
tahukah kamu ya cuma aku
yang rela mati untukmu

Say..Happy Anniversary...I love you...
buat Tata we always love you too...

Thursday, January 3, 2008

Ironi

Suatu saat pada sebuah reportase berita, JK menyatakan bahwa korban banjir tidak selayaknya mendapat bantuan perbaikan perumahan. Woi gw kaget juga tuh....secara DPR aja rumah bocor minta di anggarin ma negara...lha padahal itukan duit rakyat...

Waktu liburan kemaren ada pengemis dateng ke rumah meminta-minta. Gw kasih beberapa recehan...kepikiran juga tuh biar si pengemis ga muter2 komplek hanya demi recehan mending gw kasih pekerjaan bersih-bersih halaman rumah dengan imbalan duit yang lebih sekedar receh tentu saja dan anak dalam gendongan saya persilahkan makan siang di ruang tamu. Lha tanpa di-nyana tawaran itu ditolak mentah-mentah....waduh...ternyata mengemis merupakan pilihan mereka...

Tuesday, December 25, 2007

Kerinduan Mendalam

menggengam hati, merengkuh kisah
saat itu kita bersama
semua terasa begitu indah
walau remuk tubuh ini
namun itu tak berarti kita menyerah
tangisanmu adalah suplay energi bagiku
untuk sekedar menyusuri tiap malam-malam bersamamu
kantuk menyengat walau aku tak mungkin terlelap

memandangmu saat kau tertidur
adalah saat yang paling kutunggu
wajah polos dan sesekali tersenyum
entah, aku tak tahu
mungkin itu ekpresimu
karena kami sangat menyayangimu

hari ini, seperti hari kemarin
kita masih mengenangmu
mengulas hanya sekedar senyum kecilmu
membayang hanya sekedar lipatan bibir kecilmu
mencium hanya sekedar mengingat segar wangi tubuhmu

i love u..i miss u my little angel...now & forever...

Mom&Dad

Tuesday, November 20, 2007

Hasil Mbatin

Pagi ini seperti biasa saya berangkat jam 7 kurang 15 menitan dari rumah di daerah Ciledug, Pinang Griya. Untuk menghindari macet, sengaja saya memilih rute jalur Gondrong yang kemudian keluar di Metro Permata kemudian ambil kanan menuju Meruya. Melalui rute ini, agak mendingan saya tidak terjebak kemacetan di perempatan Ciledug yang sedang dibangun under pass.
Menyusuri Jl. Meruya Ilir arus lalulintas biasanya belum begitu macet. Sampai di jalan Kebon Jeruk (disamping Tol) Jakarta Merak arus mulai padat merayap. Namun akhir-akhir ini memasuki Jl. Arjuna Selatan kecenderungannya macet total. Hal ini saya perkirakan karena ruas jalan arteri yang sekarang sedang dibangun jalur busway. Mungkin, beberapa pengendara yang tadinya melintas di Jl. Panjang kearah Daan Mogot memutuskan ambil kiri di depan Wisma AKR menuju kearah Taman Anggrek dengan harapan tidak terlalu macet. Namun yang terjadi justru penumpukan kendaraan yang luar biasa.
Sambil terus mencari sela untuk bisa sampai kantor tidak terlalu telat, tanpa sadar hati ini terus mem-batin gimana mengatasi kemacetan di Jakarta yah..?Semetara melihat ke samping kiri (jalur tol ke arah Tangerang-Merak) relatif lengang. Dus, terpikir juga akhirnya kenapa Jakarta setiap pagi dan sore selalu macet. Ternyata bukan karena adanya jalur busway lho...ternyata juga bukan karena lajur jalan yang tidak bisa ditambah lagi, dan ternyata juga ide pembatasan kendaraan juga bukan/belum merupakan solusi ampuh..tuh, lha wong setiap tahun sales mobil selalu ditarget lebih tinggi, kok.
Dari hasil mbatin itu akhirnya terpikirkan bahwa semua kemacetan ini sebenarnya dikarenakan pemusatan perkantoran di daerah Thamrin-Sudirman dan sekitarnya. Dan issue ini hampir tidak terdengar di media. Yang diributkan justru pembangunan jalur busway yang justru merupakan alternatif angkutan murah yang manusiawi. Tapi ujung-ujungnya ya pemerintah juga yang salah, kenapa tidak ada pembatasan untuk perkantoran di daerah Sudirman dan Thamrin. Padahal kalau aturan itu saja diterapkan secara optimal pasti kemacetan akan berkurang.
Jadi mari...ga usah menggulirkan issue jalur busway deh...apalagi sampai ada pengajuan clash action segala, mending rame-rame mindahin kantor kite dari Sudirman ke Pasar Kemis aja kali yah.....?

Monday, November 19, 2007

Kamu bisa jadi apa saja di Kidzania.....


Inilah gambaran sudut kota Kidzania. Wahana bermain anak terbaru di Jakarta yang menawarkan nuansa edukasi sekaligus tempat rekreasi bagi buah hati kita. Berlokasi di One Pacific Place Lt. 6, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52/53, Kawasan Niaga terpadu, Kidzania sangat mudah dijangkau.

Bangunan-bangunan tertata rapi seperti layaknya sebuah kota. Yah, kota bagi anak-anak. Disini mereka bisa menjadi apa yang mereka inginkan. Mereka bisa menjadi Dokter, Insinyur, Apoteker, Pilot atau bahkan sebagai Pembalap. Kota Kidzania menempati dua lantai dengan tujuh puluh paviliun yang terbagi menjadi delapan departemen (Transportations, Culture, Service Establishments, Media, Automobil, Residential, Retail, Restaurants). Selama 5 jam si kecil diberi kesempatan untuk mengekspresikan dirinya.

Saat memasuki wahana ini anak anda akan diberikan mata uang Kidzos yang merupakan mata uang resmi di kota mini Kidzania. Setelah Kidzos diterima, anak-anak akan diarahkan supaya membuka tabungan di Bank BCA Kidzania untuk menyimpan sebagian uang mereka sekaligus kartu ATM. Disamping anak-anak bisa membelanjakan uang Kidzo untuk berbagai keperluan seperti ke salon, belanja di supermaket dll, buah hati anda juga bisa earning money dengan cara bekerja di setiap departemen yang ada. Dengan bekerja mereka akan mendapatkan uang yang kemudian bisa untuk mencukupi kebutuhan mereka saat di kota Kidzania ini. Selain itu mereka juga bisa menambah tabungan mereka dengan uang yang mereka dapatkan saat bekerja. Dan ketika suatu saat mereka kembali ke Kidzania buah hati anda sudah memiliki tabungan di Bank BCA Kidzania.

Anak-anak mengantri di counter BCA untuk menabung

Dengan bekerja anak akan belajar bagaimana mendapatkan uang

Salah satu sudut Kidzania yang lain

Kota Kidzania juga dilengkapi dengan sarana transportasi yang memudahkan anak-anak untuk mobile. Dari transportasi darat sampai udara. Namun karena area yang relatif sempit menyebakan area ini cukup crowded. Namun anda tidak perlu khawatir karena anda bisa melakukan pendapingan. Namun demikian anda tidak diperkenankan untuk masuk ke paviliun tempat anak beraktivitas. Hal ini demi menciptakan nuansa kemandirian bagi si anak. Bagi anda yang ingin menunggu disediakan tempat tunggu bagi orang tua. Dilengkapi dengan akses internet aktifitas menunggu anda bisa lebih menyenangkan. Anda tertarik untuk mengajak buah hati anda...siapkan kocek Rp. 150.000,- untuk satu sesi Kizania (5 jam).










Wednesday, November 14, 2007

Sepenggal Cerita Buat Adik

Hari ini tanggal 15 November 2007. Tak terasa dua hari lagi genap setahun Tata pergi. Pergi untuk selamanya meninggalkan kehidupan dunia. Waktu itu hari Rabu mama telpon papa, kasih kabar bahwa Kak Tata sakit...langsung papa meminta mama pergi untuk memeriksakan Kak Tata ke dokter..perasaan campur baur tentu menyelimuti hati papa waktu itu, karena papa di Jakarta, mama dan Tata di rumah mbah di Majenang. Rencananya hari Minggunya Tata mau papa ajak ke Jakarta. Berkumpul dalam satu keluarga kecil, how nice..

Hari Kamis Kak Tata belum juga ada perubahan, dan entah kenapa perasaan papa semakin tak terbendung untuk segera pulang. Akhirnya papa memutuskan untuk pulang sore itu juga sehabis pulang kerja. Selama perjalanan papa selalu berdoa untuk diberikan yang terbaik buat Kak Tata. Papa pasrahkan semua, apapun yang terjadi pasti Allah SWt Maha Mengetahui.

Papa hanya ga' bisa membayangkan betapa paniknya mama waktu itu, Dik. Dia-lah mungkin satu-satunya mama terhebat, Dik. Hingga waktu Tata kritispun mama masih bisa menahan untuk tidak menangis, masih tetap tenang, menenangkan hati papa, yang padahal mungkin waktu itu Kak Tata sedang berjuang untuk hidup.

Perjalanan panjang malam Jumat waktu itu ternyata tidak cukup untuk menghantarkan papa hanya untuk sekedar memberikan ciuman terakhir untuk Kak Tata tercinta. Dik, Kak Tata pergi Hari Jumat pagi tanggal 17 November 2006. Sampai di pelataran rumah mbah di Cilacap papa mendapatkan kursi yang sudah tertata menyambut kehadiran jasad Tata dari Rumah Sakit. Hanya rasa lemas yang menggerogoti seluruh persendian. Dekap dan peluk seolah tak memberikan sedikitpun rasa hangat pada sekujur tubuh waktu itu....hati luluh seperti terhimpit oleh rusuk.

Namun bagaimanapun papa harus sadar Tata memang sudah pergi, pulang kehadirat Allah, dan pasti itu yang terbaik...itu karena Allah sayang sama Kak Tata. Allah ingin kak Tata bahagia di Surga. Tempat yang mungkin bagi kita yang di dunia saat ini membutuhkan perjuangan untuk menggapainya...

Hanya papa ingin meminta maaf ke mama jika papa pernah salah dalam menyikapi ini semua mah...papa tahu betapa ini harus kita hadapi bersama. Papa bangga mempunyai istri seperti mama...dan pasti Tata juga punya rasa yang sama...senandung salawat Nariyah yang selalu mengiringi hari-hari Tata waktu itu pasti sangat membekas dalam kehidupan Tata yang singkat itu...

Buat Tata papa minta maaf karena hingga Tata pergi salawat yang papa janjikan belum sempat papa lantunkan lagi...Papa bahkan mungkin belum bisa memberikan apa-apa buat Tata. Hanya rasa sayang ini yang akan papa selalu berikan sampai kapanpun....Papa sayang banget sama Tata.

Begitulah, Dik...sampai kapanpun Kak Tata selau di hati kita...walau waktu terus berjalan namun memori ini takkan pernah hilang, dan akan selalu seperti baru kemaren sore Kak Tata meninggalkan kita. Papa & Mama janji akan menjaga Adik sebaik-baiknya. Jadilah anak yang cerdas. Cerdas dalam iman dan ilmu... semoga Allah SWT mengabulkan doa ini....amin ya robbal'alamin