Saturday, June 30, 2012

Akhirnya Terjun di Bursa Saham

Setelah lama menimbang dan menimbang akhirnya saya memutuskan  untuk terjun di bursa saham. Sebagai seorang pemula dan keterbatsan dana tentunya maka saya memilih bursa Indonesia saja.

Banyak faktor sebenarnya mengapa butuh begitu lama untuk memutuskan masuk di pasar modal.Semenjak saya mengenal dunia pasar modal begitu banyak tawaran online trading dengan kelebihan-kelebihannya. Dengan begitu kita harus benear-benar jeli memilihnya. Menurut saya, pilihan harus disesuaikan dengan kebutuhan kita.

Saya senidir terjun di bursa saham karena ingin sekali-kali bisa membeli saham perdana sebuah perusahaan atau saat initial public offering (IPO). Berangkat dari situlah pilihan saya jatuh ke sekuritas plat merah (BUMN) yang berkantor di Graha Niaga, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta. Ya, Bahana Securities.

Bahana Securities adalah perusahaan pemerintah yang sering menjadi penjamin emisi perusahaan yang akan listing di Bursa Efek Indoensia (BEI). Dengan membuka account di Bahana Securities harapan untuk membeli saham perdana pun menjadi lebih besar.

O iya, saat ini untuk membuka acount di sekuritas cuku dengan Rp.5 jt saja, loh. Bahkan konon khusus bagi mahasiswa dengan Rp.2 jt sudah bisa memiliki account di sebuah perusahaan securities*.

Selain kebutuhan saya untuk membeli saham perdana, saya juga perlu sekuritas yang memungkinkan saya bisa put order pada malam atau pagi hari sebelum bursa buka. Sehingga waktu saya kerja sebagai karyawan kantoran tidak perlu direpotkan untuk memonitor emiten (saham) yang saya beli. Disamping itu fasilitas online lewat blackberry yang sudah teruji semakin memudahkan saya untuk sekedar melihat pergerakan saham dan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG). Untuk memenuhi kebutuhan saya tersebut saya memutuskan untuk membuka account di Phillip Securities.

Dengan fasilitas Smart Order nasabah bisa memasukkan harga saham yang akan kita beli dan di harga berapa batas kita untuk cut loss. Sebagai seorang karyawan saya sangat terbantu dengan sistem ini. Bismillah...semoga untung..seperti bacaan saya sehari-hari..."Untung Baca Kontan"..he..he..

Starting New Business, Mengail Peluang dari Eceng Gondok

Bermula dari pencarian peluang bisnis yang sekiranya tidak membutuhkan modal, tercetuslah untuk memanfaatkan bahan-bahan di sekitar lingkungan yang bisa dimanfaatkan menjadi sebuah karya dan layak jual. Ya, Eceng gondok yang merupakan tanaman gulma sangat berlimpah di daerah tempat tinggalku, Cipondoh, Kota Tangerang.

Berangkat dari sinilah saya bertekad untuk belajar mengolah eceng gondok menjadi karya yang lebih bernilai. Pencarian tempat untuk belajar saya lakukan melalui internet. Begitu search dengan kata kunci kerajinan "eceng gondok", begitu pula langsung keluar tautan link web maupun blog dengan produk kerajinan eceng gondok. 

Namun link dan web yang saya temukan itu belum juga bisa membantu memuaskan saya untuk bisa mengetahui cara pengolahan eceng gondok untuk menjadi bahan yang siap dianyam, belum lagi cara menganyamnya. Hampir semua link, blog maupun web yang saya temukan tidak membahas sampai sedetail yang saya butuhkan. Kalaupun ada, mereka menawarkan buku dan tutorial dalam bentuk CD yang harus dipesan terlebih dahulu. Tentu membutuhkan waktu hingga saya bisa belajar sendiri.

Berbulan bulan pencarian saya melalui internet saya hanya menemukan tempat pelatihan eceng gondok yang hampir bisa dipastikan saya tidak bisa menjangkaunya karena waktu dan kesibukan saya sebagai karyawan kantoran. Yah, kebanyakan tawaran pelatihan kerjinan datang dari wilayah Jogja dan Solo.

Menyerah? tentu tidak. Keinginan saya belajar kerajinan ini begitu menggebu-gebu. Sehingga disela-sela kesibukan kerja dan bisnis yang sekarang sudah dijalankan, di waktu luang saya masih menyempatkan untuk mencari informasi tempat yang bisa mengajarkan saya bagaimana mengolah eceng gondok ini. Hingga suatu saat saya seperti terkejut dan membatin, "Kenapa ga' saya masukkan kata kunci kerjninan eceng gondok di Tangerang?". Dan benar juga, begitu diketik kata kunci itu, muncullah tautan ke liputan pengrajin eceng gondok di Cipondoh, Tangerang. Dari website tersebut terdapat video liputan dan wawancara pengrajin yang kemudian tertera no telp dan nama pengrajin. Subhanallah, ternyata ga perlu jauh-jauh sampai ke Jogja untuk belajar kerajinan eceng gondok ini.

Hari Sabtu, 30 Juni 2012 saya mencari alamat yang sudah saya dapatkan. Menjelang siang akhirnya
saya menemukan tempat tinggal Mba Iko,salah satu pengrajin eceng gondok di daerah Cipondoh.Namun karena beliau sedang tidak dirumah saya ditemui oleh adik Mba Iko yang kemudian menyarankan untuk datang lagi sore harinya.

Berbekal no telepon, sesampai di rumah saya menghubungi mba Iko untuk membuat janji ketemu Sabtu sore. Akhirnya kami sepakat untuk bertemu jam 5 sore. Dengan sumringah saya meluncur ke kediaman Mba Iko. Sambutan ramah dari Mba Iko membuat saya tak ragu lagi mengutarakan niat saya untuk belajar kerajinan eceng gondok. Deal, mulai Minggu 1 Juli 2012 saya belajar menganyam eceng gondok bersama guru saya Mba Iko. Bismillahirrohmanirrohiim...semoga membawa berkah, amin.






Thursday, November 6, 2008

Graha Finesa Akhirnya Kena Batunya

Buat temen temen yang pernah tertipu atau mersa tertipu oleh aktifitas Graha Finesa Berjangka mungkin artiket ini (diambil dari Harian Kotan, Jumat 7 November 2008) bisa mengobati rasa kecewa.


Seperti kita tahu Graha Finesa memang sering membuka lowongan kerja dengan iming2 posisi yang bagus ternyata si pelamar hanya dijadikan sapi perahan untuk menanamkan duitnya di perdagangan berjangka. Perdagangan berjangka itu sendiri sebenarnya bukan sesuatu yang dilarang. Hanya saja antara yang dijanjikan kepada para pelamar dan realisasinya berbeda. Akhirnya posisi yang ada sebenernya ga ada tapi justru duit mereka yang ampe ratusan juta amblas.

Silahkan baca artikel ini, saya hanya ambil aja dari Harian Kontan
Yah..ternyata hasil cropingan kok kurang jelas yah...ya maap..


Monday, November 3, 2008

Job jadi host Dadakan? (Foto)...

Karena kesibukan Kang Alfian me-manage berbagai event dan dayang2 cantik-nya akhirnya baru kemaren Selasa foto2 "Job Dadakan" Franchise Expo 2008 di JCC baru bisa diunduh...he..he..Namun sebagai catatan foto di bawah ini beberapa adalah hasil jepretan Iqbal yang nota bene masih gagap teknologi yang kemudian berakibat pada hasil foto yang jauh dari standar...Banyak gambar yang akhirnya tidak bisa diselamatkan dan tentu saja tidak lolos untuk dimasukkan kedalam blog ini...

Kesibukan di Stand Harian Kontan, sesaat sebelum acara talkshow dimulai.

Telemarketing??? but nice pose...


Gelap gini ya...??? wah tukang foto-nya amatir neh pasti...(Iqbal in Action)

( Opening).."bapak2 ibu2 dan semua yang ada disni..mari bergoyang...lho..salah yah...???"

Mr. Royandi on the mix

Suasana Talkswoh semakin hangat

Sangat interaktif ....

Kadang menjadi sedikit serius (dr kiri ke kanan; Bpk. Royandi Junus, IFBM, Ibu Rosalina & Pramon Sembiring, Indotrust Singapore)

Antusiasme pengunjung membedah topik Franchise

Bincang2 setelah acara selesai

Wednesday, October 29, 2008

Job jadi Host Dadakan...??

Jumat pagi, belum lagi gw memasukan login password ke komputer di meja kerja..tiba-tiba seseorang histeris, menyebut setengah memanggil nama..."A......, sip ntar gw bilang mba Devi, loe aja deh yang jadi host di talkshow di JCC ntar sore". Masih belum "ngeh", gw nyalain komputer. Namun lolongan itu terus berulang yang akhirnya menggugah alam bawah sadar gw.

"Glek...krik..krik".
"What...?Mandu acara talkshow?..tentang apa...?sama siapa?...acara apa? kenapa baru sekarang gw dibilangin?kapan meeting nya? siapa pembicaranya..bla..bla..? begitu kira2 yang muncul di hati gw. Spontan gw bilang "nggak2...ngak bisa gw.."

Empat tahun yang lalu emang seh gw sering mandu talkshow di radio..tapi topiknya kan tentang "konsextasi"..tapi apa iya gw mo mandu talkshow tentang konsektasi lagi secara gw kerja di media ekonomi dan bisnis..."ah nggak mungkin.."bisikku dalam hati. Tapi kalo beneran bisa sekalian kali ye..gw pasti nggak akan kehabisan pertanyaan, cos sekalian gw lempar pertanyaan pribadi yang sudah lama mendekam di dalam hati...he..he...

Belum lagi gw melepaskan argument penolakanku dari pintu ujung ruangan seseorang kembali menyebut namaku kali ini nadanya setengah memanggil namun setengahnya lagi adalah nada dari accord B minor ke C. Sedikit melengking namun tak terlau tinggi. Sepintas nuansanya sedikit berwibawa. Dan nada itu memang hampir setiap meeting kita dengar. Yah tepat..managerku sekarang sudah berdiri di depan meja kerjaku, dan dengan tenang dia langsung komat-kamit yang intinya gw nanti sore mandu acara talkshow di JCC, dan khusus hari ini gak usah gabung meeting mingguan, langsung aja cabut meeting sama narasumber nanti sama Iqbal.

Wow..unbelievable, ok no time to argue..ayo berpikir coy, what should you do now to make it run well.."desak gw dalam hati. Oke..yang pertama gw harus tahu siapa nanti yang jadi pembicara. I see...Mr. Royandi Junus, dari International Franchise Business Management (IFBM), Mr Pramon Sembiring & Ms Rosalina dari Indotrust Singapore. What?Singapore...wah jangan2 ga bisa ngomong Indonesia, bisa berabe neh, secara vacbulary gw dah mulai "ngaco gitu", but wait...namanya kayakanya familiar di kuping, "easy guys, palingan dia orang Indonesia yang lebih seneng tinggal di Singapore". Gumam gw dalam hati untuk sekedar menenangkan kondisi kejiwaan gw.

Sekarang tinggal mikirin kerangka talkshow-nya...
1. bla..bla..bla..
2. bla...bla..bla...

Ya begitulah singkat cerita kita meeting bareng pembicara, dan talkshow pun di mulai tepat pukul 17.00 WIB. Dan ternyata respon audience cukup antusias. Satu jam ternyata waktu yang sangat pendek untuk membahas topik franchise. jam 18.00 WIB gw tutup acaranya dan ughzh....finally, it's done...lega rasanya, ternyata sudah terlewatkan moment tak terduga dan tak terelakkan hari ini. Tapi sayang sampe gw nulis di sini foto-foto dari unpredictable moment itu belum bisa gw unduh dari kamera temen Marcom.

Ha..ha..mungkin kalian pernah merasakan moment mengejutakan seperti yang gw alami...??

Thursday, March 27, 2008

3 jalan 4, Anakku...subkhanallah

Hampir memasuki empat bulan anak keduaku dalam kandungan. Barusan istriku bilang setelah aku telpon untuk ijin pulang malem karena harus deadline materi, anakku sudah bisa bergerak. Wah, surprize bgt...serasa tiba-tiba...zebbb...ada sesuatu yang lain mengalir dalam darah menuju ke jantung dipompa ke seluruh nadi dan persendian...ada rasa seneng, gembira, dag-dig-dug campur jadi satu...byarrr..

Pasti dia sudah bisa mendengar setiap percakapan di dekatnya. Begitu banyak cerita anakku..!! dan papa pengen kamu denger cerita tentang kisah keluarga kecil ini...cerita tentang betapa papa & mama sayang sama kamu, cerita tentang kak "Tata" yang sangat lucu...cerita tentang eyang kakung & eyang uti yang sangat meridukanmu, cerita tentang betapa Allah SWT sangat mencintai keluarga ini..betapa besar karuniaNya hingga kamu bisa bergerak lincah dalam kandungan mama...

Setiap perjalanan hidup ini adalah kejutan...seperti hadirnya dirimu nak...karena Allah maha pemurah, hingga kami diberi kepercayaan yang sangat indah ini...Subkhanallah..

Thursday, February 28, 2008

Tak menyangka...

Mungkin sudah jadi sifat manusia yang tidak selalu puas dan tidak mau berbagi. Ataupun mungkin saya yang kadang terlalu cepat mengambil kesimpulan jika seseorang bisa dijadikan saudara atau paling engga teman. Sehingga ketika saya mengharap respon yang seperti ketika saya berikan sebelumnya dan itu tidak mendapatkan tanggapan yang seharusnya, disitulah terjadi kekecewaan...yah sudahlah...yang penting niat saya sudah baik..

Wednesday, February 27, 2008

Setelah beberapa bulan ini manyak mengalami peristiwa sehingga untuk nge-blog aja ga sempet, akhirnya bisa juga menyelipikan tulisan lagi.

Tanggal 2 Februari 2008 banjir kembali melanda Jakarta, tak terkecuali kediaman tercinta di daerah Pinang Griya, Ciledug. Bagi warga setempat yang sudah menempati berpuluh-puluh tahun perumahan itu mungkin sudah sangat siap dengan kemungkinan banjir di setiap musim hujan. Nah, bagi saya yang merupakan pendatang, banjir merupakan fenomena yang sangat menakutkan. Betapa arus air sangat kencang datang begitu cepat sehingga kami tidak bisa untuk sekedar menaikkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.

Setelah banjir 2 Februari 2007 yang lalu sebenarnya kami sudah akan mempersiapkan bagaimana jika membuat tempat penyimpanan barang di langit-langit rumah, namun belum lagi terwujud banjir kedua dateng setahun kemudian. Bedanya Banjir kemaren kami masih bisa menyelamatkan beberapa barang elektronik yang masih tersisa dari banjir sebelumnya. Kebetulan banjir datang ketika masih sore jadi kepanikan tidak begitu mengganggu proses evakuasi barang-barang.

Namun demikian yang namanya banjir tetap saja membawa kerugian. Seperti kami yang memang sudah tidak mempunyai furnitur berharga pun harus kehilangan bad dan almari pakaian yang terbuat dari serbuk kayu. Sehingga sekarang kami lebih memilih gaya hidup minimalis dengan pertimbangan jika banjir datang lagi tidak perlu lagi menyelamatkan furniture2 kami. jadi lebih karena terpaksa kali yah...

Ketika banjir besar melanda Jakarta 2007 lau banyak orang berujar kalau banjir rutin Jakarta siklusnya menga lima tahun-an. Namun nyatanya tahun berikutnya terjadi lagi. Wah, kalau agenda tahunan kayaknya memang harus segera mencari tempat lain yang jauh dari banjir. Barangkali ada temans yang mungkin bisa kasih masukkan dimana perumahan yang mungkin masih terjangkau oleh kocek pegawai rendahan seperti kami. Untuk lokasi kami seh lebih tertarik di daerah Antara Bintaro-Serpong secara istri saya bekerja di Cikupa, Tangerang, jadi akan lebih deket jika tinggal disekitar Bintaro-Serpong...

Tuesday, January 29, 2008

Belum nyampe....

Di Rusia model baju polisi wanita dirancang sangat menarik oleh perancang busana profesional...coba kalo di Indonesia juga seperti itu..jadi mereka akan lebih kelihatan seger deh...malah mungkin bisa meningkatkan semangat kerja..

Monday, January 7, 2008

Tak terasa dua tahun sudah kita lewati masa-masa perjuangan ini say..kalo GIGI 11 Januari...kita 8 januari, beda 2 hari yah...btw tadi di Mobil waktu ke klien denger lagunya The Rock "Kamu-kamulah Surgaku"mengiris hati banget tuh...secara apa yang di lagu itu emang sama apa yang di rasa papa waktu itu ke Tata bahkan ampe sekarang...pokoknya papa bgt lah...

Ni lho Say lagunya.....

Kamu-kamulah Surgaku By The Rock

tahukah kamu kuciumimu
di saat terlelap
tahukah kamu kudekap kamu
saat kamu bermimpi
tahukah kamu ya cuma kamu
pemilik hatiku
tahukah kamu hatiku ini
adalah hatimu
tahukah kamu di setiap tidurmu ku kagumi wajahmu
nanti kau kan tahu
nanti kau dengar bahwa aku begitu

reff:
kamu, kamu adalah
surga yang ada
dalam hidupku dalam kenyataanku
kamu aku adalah penghuni surga
ucapkan salam pada hidup dan mati

tahukah kamu saat kamu menangis
adalah air mata ku yang jatuh berlinang
tahukah kamu saat kamu tersakiti
adalah aku yang pertama terluka
tahukah kamu ya cuma aku
yang punya cinta untukmu
tahukah kamu ya cuma aku
yang rela mati untukmu

Say..Happy Anniversary...I love you...
buat Tata we always love you too...

Thursday, January 3, 2008

Ironi

Suatu saat pada sebuah reportase berita, JK menyatakan bahwa korban banjir tidak selayaknya mendapat bantuan perbaikan perumahan. Woi gw kaget juga tuh....secara DPR aja rumah bocor minta di anggarin ma negara...lha padahal itukan duit rakyat...

Waktu liburan kemaren ada pengemis dateng ke rumah meminta-minta. Gw kasih beberapa recehan...kepikiran juga tuh biar si pengemis ga muter2 komplek hanya demi recehan mending gw kasih pekerjaan bersih-bersih halaman rumah dengan imbalan duit yang lebih sekedar receh tentu saja dan anak dalam gendongan saya persilahkan makan siang di ruang tamu. Lha tanpa di-nyana tawaran itu ditolak mentah-mentah....waduh...ternyata mengemis merupakan pilihan mereka...

Tuesday, December 25, 2007

Kerinduan Mendalam

menggengam hati, merengkuh kisah
saat itu kita bersama
semua terasa begitu indah
walau remuk tubuh ini
namun itu tak berarti kita menyerah
tangisanmu adalah suplay energi bagiku
untuk sekedar menyusuri tiap malam-malam bersamamu
kantuk menyengat walau aku tak mungkin terlelap

memandangmu saat kau tertidur
adalah saat yang paling kutunggu
wajah polos dan sesekali tersenyum
entah, aku tak tahu
mungkin itu ekpresimu
karena kami sangat menyayangimu

hari ini, seperti hari kemarin
kita masih mengenangmu
mengulas hanya sekedar senyum kecilmu
membayang hanya sekedar lipatan bibir kecilmu
mencium hanya sekedar mengingat segar wangi tubuhmu

i love u..i miss u my little angel...now & forever...

Mom&Dad

Tuesday, November 20, 2007

Hasil Mbatin

Pagi ini seperti biasa saya berangkat jam 7 kurang 15 menitan dari rumah di daerah Ciledug, Pinang Griya. Untuk menghindari macet, sengaja saya memilih rute jalur Gondrong yang kemudian keluar di Metro Permata kemudian ambil kanan menuju Meruya. Melalui rute ini, agak mendingan saya tidak terjebak kemacetan di perempatan Ciledug yang sedang dibangun under pass.
Menyusuri Jl. Meruya Ilir arus lalulintas biasanya belum begitu macet. Sampai di jalan Kebon Jeruk (disamping Tol) Jakarta Merak arus mulai padat merayap. Namun akhir-akhir ini memasuki Jl. Arjuna Selatan kecenderungannya macet total. Hal ini saya perkirakan karena ruas jalan arteri yang sekarang sedang dibangun jalur busway. Mungkin, beberapa pengendara yang tadinya melintas di Jl. Panjang kearah Daan Mogot memutuskan ambil kiri di depan Wisma AKR menuju kearah Taman Anggrek dengan harapan tidak terlalu macet. Namun yang terjadi justru penumpukan kendaraan yang luar biasa.
Sambil terus mencari sela untuk bisa sampai kantor tidak terlalu telat, tanpa sadar hati ini terus mem-batin gimana mengatasi kemacetan di Jakarta yah..?Semetara melihat ke samping kiri (jalur tol ke arah Tangerang-Merak) relatif lengang. Dus, terpikir juga akhirnya kenapa Jakarta setiap pagi dan sore selalu macet. Ternyata bukan karena adanya jalur busway lho...ternyata juga bukan karena lajur jalan yang tidak bisa ditambah lagi, dan ternyata juga ide pembatasan kendaraan juga bukan/belum merupakan solusi ampuh..tuh, lha wong setiap tahun sales mobil selalu ditarget lebih tinggi, kok.
Dari hasil mbatin itu akhirnya terpikirkan bahwa semua kemacetan ini sebenarnya dikarenakan pemusatan perkantoran di daerah Thamrin-Sudirman dan sekitarnya. Dan issue ini hampir tidak terdengar di media. Yang diributkan justru pembangunan jalur busway yang justru merupakan alternatif angkutan murah yang manusiawi. Tapi ujung-ujungnya ya pemerintah juga yang salah, kenapa tidak ada pembatasan untuk perkantoran di daerah Sudirman dan Thamrin. Padahal kalau aturan itu saja diterapkan secara optimal pasti kemacetan akan berkurang.
Jadi mari...ga usah menggulirkan issue jalur busway deh...apalagi sampai ada pengajuan clash action segala, mending rame-rame mindahin kantor kite dari Sudirman ke Pasar Kemis aja kali yah.....?

Monday, November 19, 2007

Kamu bisa jadi apa saja di Kidzania.....


Inilah gambaran sudut kota Kidzania. Wahana bermain anak terbaru di Jakarta yang menawarkan nuansa edukasi sekaligus tempat rekreasi bagi buah hati kita. Berlokasi di One Pacific Place Lt. 6, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52/53, Kawasan Niaga terpadu, Kidzania sangat mudah dijangkau.

Bangunan-bangunan tertata rapi seperti layaknya sebuah kota. Yah, kota bagi anak-anak. Disini mereka bisa menjadi apa yang mereka inginkan. Mereka bisa menjadi Dokter, Insinyur, Apoteker, Pilot atau bahkan sebagai Pembalap. Kota Kidzania menempati dua lantai dengan tujuh puluh paviliun yang terbagi menjadi delapan departemen (Transportations, Culture, Service Establishments, Media, Automobil, Residential, Retail, Restaurants). Selama 5 jam si kecil diberi kesempatan untuk mengekspresikan dirinya.

Saat memasuki wahana ini anak anda akan diberikan mata uang Kidzos yang merupakan mata uang resmi di kota mini Kidzania. Setelah Kidzos diterima, anak-anak akan diarahkan supaya membuka tabungan di Bank BCA Kidzania untuk menyimpan sebagian uang mereka sekaligus kartu ATM. Disamping anak-anak bisa membelanjakan uang Kidzo untuk berbagai keperluan seperti ke salon, belanja di supermaket dll, buah hati anda juga bisa earning money dengan cara bekerja di setiap departemen yang ada. Dengan bekerja mereka akan mendapatkan uang yang kemudian bisa untuk mencukupi kebutuhan mereka saat di kota Kidzania ini. Selain itu mereka juga bisa menambah tabungan mereka dengan uang yang mereka dapatkan saat bekerja. Dan ketika suatu saat mereka kembali ke Kidzania buah hati anda sudah memiliki tabungan di Bank BCA Kidzania.

Anak-anak mengantri di counter BCA untuk menabung

Dengan bekerja anak akan belajar bagaimana mendapatkan uang

Salah satu sudut Kidzania yang lain

Kota Kidzania juga dilengkapi dengan sarana transportasi yang memudahkan anak-anak untuk mobile. Dari transportasi darat sampai udara. Namun karena area yang relatif sempit menyebakan area ini cukup crowded. Namun anda tidak perlu khawatir karena anda bisa melakukan pendapingan. Namun demikian anda tidak diperkenankan untuk masuk ke paviliun tempat anak beraktivitas. Hal ini demi menciptakan nuansa kemandirian bagi si anak. Bagi anda yang ingin menunggu disediakan tempat tunggu bagi orang tua. Dilengkapi dengan akses internet aktifitas menunggu anda bisa lebih menyenangkan. Anda tertarik untuk mengajak buah hati anda...siapkan kocek Rp. 150.000,- untuk satu sesi Kizania (5 jam).










Wednesday, November 14, 2007

Sepenggal Cerita Buat Adik

Hari ini tanggal 15 November 2007. Tak terasa dua hari lagi genap setahun Tata pergi. Pergi untuk selamanya meninggalkan kehidupan dunia. Waktu itu hari Rabu mama telpon papa, kasih kabar bahwa Kak Tata sakit...langsung papa meminta mama pergi untuk memeriksakan Kak Tata ke dokter..perasaan campur baur tentu menyelimuti hati papa waktu itu, karena papa di Jakarta, mama dan Tata di rumah mbah di Majenang. Rencananya hari Minggunya Tata mau papa ajak ke Jakarta. Berkumpul dalam satu keluarga kecil, how nice..

Hari Kamis Kak Tata belum juga ada perubahan, dan entah kenapa perasaan papa semakin tak terbendung untuk segera pulang. Akhirnya papa memutuskan untuk pulang sore itu juga sehabis pulang kerja. Selama perjalanan papa selalu berdoa untuk diberikan yang terbaik buat Kak Tata. Papa pasrahkan semua, apapun yang terjadi pasti Allah SWt Maha Mengetahui.

Papa hanya ga' bisa membayangkan betapa paniknya mama waktu itu, Dik. Dia-lah mungkin satu-satunya mama terhebat, Dik. Hingga waktu Tata kritispun mama masih bisa menahan untuk tidak menangis, masih tetap tenang, menenangkan hati papa, yang padahal mungkin waktu itu Kak Tata sedang berjuang untuk hidup.

Perjalanan panjang malam Jumat waktu itu ternyata tidak cukup untuk menghantarkan papa hanya untuk sekedar memberikan ciuman terakhir untuk Kak Tata tercinta. Dik, Kak Tata pergi Hari Jumat pagi tanggal 17 November 2006. Sampai di pelataran rumah mbah di Cilacap papa mendapatkan kursi yang sudah tertata menyambut kehadiran jasad Tata dari Rumah Sakit. Hanya rasa lemas yang menggerogoti seluruh persendian. Dekap dan peluk seolah tak memberikan sedikitpun rasa hangat pada sekujur tubuh waktu itu....hati luluh seperti terhimpit oleh rusuk.

Namun bagaimanapun papa harus sadar Tata memang sudah pergi, pulang kehadirat Allah, dan pasti itu yang terbaik...itu karena Allah sayang sama Kak Tata. Allah ingin kak Tata bahagia di Surga. Tempat yang mungkin bagi kita yang di dunia saat ini membutuhkan perjuangan untuk menggapainya...

Hanya papa ingin meminta maaf ke mama jika papa pernah salah dalam menyikapi ini semua mah...papa tahu betapa ini harus kita hadapi bersama. Papa bangga mempunyai istri seperti mama...dan pasti Tata juga punya rasa yang sama...senandung salawat Nariyah yang selalu mengiringi hari-hari Tata waktu itu pasti sangat membekas dalam kehidupan Tata yang singkat itu...

Buat Tata papa minta maaf karena hingga Tata pergi salawat yang papa janjikan belum sempat papa lantunkan lagi...Papa bahkan mungkin belum bisa memberikan apa-apa buat Tata. Hanya rasa sayang ini yang akan papa selalu berikan sampai kapanpun....Papa sayang banget sama Tata.

Begitulah, Dik...sampai kapanpun Kak Tata selau di hati kita...walau waktu terus berjalan namun memori ini takkan pernah hilang, dan akan selalu seperti baru kemaren sore Kak Tata meninggalkan kita. Papa & Mama janji akan menjaga Adik sebaik-baiknya. Jadilah anak yang cerdas. Cerdas dalam iman dan ilmu... semoga Allah SWT mengabulkan doa ini....amin ya robbal'alamin

Tuesday, November 13, 2007

Kontek yang salah...?

Sebenarnya ide tulisan ini muncul sudah dari kemarin-kemarin, namun baru bisa terealisasi hari ini. Walaupun, sebenarnya saya sendiri pesimis bisa membuat tulisan ini utuh karena memang waktu yang sangat terbatas pada saat istirahat makan siang, di sela-sela kesibukan kerja.

Beberapa minggu yang lalu saat ramai dibicarakan mengenai kasus aliran Islam baru, polling yang dilakukan oleh Media Indonesia (Metro TV) menarik kesimpulan bahwa masyarakat tidak toleran terhadap keyakinan atau kepercayaan orang lain tentu saja ini kaitannya dengan kasus Al-Qiyadah tersebut.

Sebagai seorang muslim saya bingung, kenapa justru kita yang ditempatkan sebagai orang yang tidak toleran. Ibarat kita mempertahankan apa yang kita punya, kenapa kita mesti merelakan apa yang kita punya tersebut dicuri orang. Mereka jelas-jelas mencuri ayat-ayat Al-Quran kemudian diselewengkan untuk kepentingan mereka. Hingga jelas-jelas perintah solat dan zakat dihilangkan.

Lain cerita ketika mereka membentuk agama baru yang tidak mengatasnamakan Islam ataupun mungkin agama yang lain. Inipun nanti akan berhadapan dengan pemerintah sebagai institusi yang bertugas sebagai pelindung dari warga negaranya. Bagaimana aturan mainnya, dst.

Saya khawatir ajang-ajang polling seperti itu bisa dimasuki oleh kepentingan yang tidak bertanggung jawab. Akhirnya saya hanya bisa mengajak kepada kita semua dan terutama diri saya sendiri untuk lebih jeli melihat suatu permasalahan..

Hiks...bentar lagi jam 13.00

Monday, November 5, 2007

Gara-gara SIM C dah mau kadaluarsa, kalo mau kemana-mana naik motor agak sedikit khawatir takut udah lewat tanggal berakhirnya SIM, trus terkena razia tilang, kan luput namanya. Namun karena kesibukan yang menyita waktu niat memperbaharui SIM C yang sudah expired itu belum juga terwujud.

Ngomong-ngomong soal bikin SIM, di Indonesia mungkin bisa dibilang paling unik. Saya bilang 'mungkin', karena saya sendiri tidak tahu proses pembuatan SIM di luar Indonesia. Sekedar tahu juga hanya dari western films yang kayaknya bikin SIM sangat sulit. Yang umurnya harus sudah 17 tahun lah, yang musti bener-bener terampil mengemudi lah, dan yang pasti mesti tahu betul arti rambu-rambu lalulintas. Sampai-sampai mereka juga diuji di jalanan dengan didampingi petugas. Wuih serem kan..coba kalau itu diberlakukan di Indonesia, mungkin lalulintas akan lebih tertib dan manusiawi. Paling tidak, tidak sembarang orang yang bisa mengendarai kendaraan bermotor. Jumalah orang yang berkendara pun mungkin akan relatif lebih sedikit.

Setahun yang lalu saya mengantar sepupu yang membuat SIM C & SIM A di Tangerang. Sampai di pelataran parkir kami didatangi seseorang yang seperti berpakaian seragam (bukan polisi) langsung bertanya perpanjang SIM atau bikin baru. Tanpa ba-bi-bu dia langsung nawarin untuk jadi calo SIM dengan dalih biar lebih cepet. Namun karena cekaknya kantong maka tawaran itu kami tolak dengan halus. Sepupu tetap pada pendiriannya untuk mencoba mengikuti tes kendaraan.

Setelah selesai dengan tetekbengek pendaftaran tiba giliran untuk mencoba tes mengemudi kendaraan. Pertama tes mengemudi sepeda motor bisa dilewati dengan mulus. Giliran tes setir mobil, sepupu saya terlihat keder juga. Apa pasal, mobil yang digunakan adalah mobil kijang butut, tak ber-power stering bahkan kelihatannya setelan koplingnya juga kurang pas. Sehingga setiap tarikan pertama gigi satu setiap peserta terlihat kurang stabil. Wow...

Namun memang lagi beruntung akhirnya dapet juga tuh SIM A. Si butut berhasil ditaklukkan, sehingga lebih hemat ratus ribu dibanding jika membuat SIM dengan cara "tembak".

Yah begitulah gambaran pembuatan SIM di negri kita. Unik sekaligus juga nggilani, ada yang nembak ada yang nitip. Boro-boro tahu rambu lalulintas mengemudipun bahkan mungkin baru mau belajar. Ujung-ujungnya kecelakan di jalan meningkat dan secara tidak langsungpun semakin banyak kendaraan yang turun di jalan, macet semakin menggila. Sampai kapan yah masyarakat (kita) dan aparat sepakat untuk berbenah diri.

Yuuuk, mari berbenah diri.

Mukadimah

Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa babarakatuh,

Terimakasih saya sampaikan kepada www.geocities.com, yang telah memberikan panduan dalam membuat Blog gratis, sangat jelas dan runut. Semoga dengan sarana ini saya bisa belajar menulis dan bisa mengeluarkan unek-unek yang mungkin bisa jadi bahan obrolan yang bermanfaat. Saya suka membaca blog-blog seperti punya Om Priyadi, Om Wimar dll. Terimakasih untuk mereka semua yang telah memberikan inspirasi dalam membuat tulisan. Semoga dengan segala keterbatasan waktu yang ada blog ini bisa memberikan celah untuk mengalirkan apa yang ada di dalam hati dan alam fikir. Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,